BATU — Setelah lebih dari sepekan dilanda kebakaran hebat, kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya. Seluruh titik panas yang sebelumnya tersebar di sejumlah wilayah dilaporkan telah menghilang berdasarkan pemantauan pada Minggu (25/10/2026).
Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, memastikan bahwa sistem pemantauan kebakaran hutan SiPongi milik Kementerian Kehutanan tidak lagi mendeteksi titik panas di kawasan tersebut.
Kondisi ini menjadi perkembangan penting setelah kebakaran sejak 15 Oktober 2026 sempat meluas ke Kabupaten Pasuruan, Malang, Mojokerto, hingga Kota Batu.
Keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari kerja keras petugas gabungan serta hujan yang mengguyur sejumlah kawasan pegunungan dalam beberapa hari terakhir. Guyuran hujan membantu memadamkan sisa bara di lokasi yang sulit dijangkau akibat medan curam dan akses terbatas.
Meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, pengawasan belum dihentikan. Personel polisi hutan, Tahura Raden Soerjo, BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih disiagakan untuk melakukan patroli serta memastikan tidak muncul kembali titik api di kawasan bekas kebakaran.
Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang juga dipastikan masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Pengelola kawasan mempertahankan pembatasan tersebut demi keselamatan pengunjung sekaligus mencegah aktivitas ilegal yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Sementara itu, kepolisian mulai mendalami penyebab kebakaran yang sempat menghanguskan vegetasi di sejumlah lereng gunung. UPT Tahura Raden Soerjo menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengumpulkan keterangan dan bukti. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan.
Di balik padamnya kobaran api, sejumlah persoalan masih membutuhkan penanganan. Kebakaran sebelumnya merusak jaringan distribusi air bersih di Kabupaten Pasuruan dan mengganggu pasokan bagi ribuan keluarga.
Pemulihan fasilitas tersebut serta pemantauan kondisi ekosistem menjadi pekerjaan lanjutan setelah api berhasil dikendalikan.
Padamnya kebakaran Arjuno-Welirang menandai berakhirnya fase darurat pemadaman, tetapi bukan berarti seluruh dampaknya telah selesai ditangani.
Pemulihan lingkungan, pengamanan kawasan, serta pengungkapan penyebab kebakaran menjadi langkah berikutnya agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
(Red)
