PASURUAN — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kobaran api yang sebelumnya melanda kawasan pegunungan di Kabupaten Pasuruan kini dilaporkan meluas hingga wilayah Kota Batu. Dampaknya semakin serius, ribuan keluarga harus menghadapi gangguan pasokan air bersih akibat rusaknya jaringan pipa.
Berdasarkan perkembangan hingga Senin (19/10/2026), titik api telah terpantau di kawasan Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengonfirmasi kemunculan api di kawasan yang berjarak sekitar satu kilometer dari jalur pendakian Sumberbrantas.
Di Kabupaten Pasuruan, persoalan tidak berhenti pada terbakarnya kawasan hutan. Sekitar 3.900 kepala keluarga di Desa Jatiarjo dan Tambaksari dilaporkan terdampak gangguan distribusi air bersih setelah jaringan pipa yang menjadi sumber pasokan warga mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Kondisi tersebut menambah beban masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air dari kawasan pegunungan. Kerusakan jaringan distribusi membuat penanganan kebakaran dan pemulihan kebutuhan dasar warga menjadi dua persoalan mendesak yang harus diselesaikan secara bersamaan.
Sebelumnya, kebakaran dilaporkan menyebar ke sedikitnya 11 titik di kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit. Petugas gabungan dari unsur penanggulangan bencana, kehutanan, Manggala Agni, dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman serta membangun sekat bakar guna menahan penyebaran api.
Namun, medan pegunungan yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri. Proses pemadaman masih mengandalkan penanganan darat di lokasi yang memungkinkan, sementara perkembangan arah api terus menjadi perhatian petugas.
Meluasnya kebakaran sekaligus membuka persoalan yang lebih besar: kerusakan kawasan hutan dapat berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap air bersih. Karena itu, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi.
Hingga laporan perkembangan Senin (19/10), luas keseluruhan lahan yang terbakar dan waktu pemulihan jaringan air belum dapat dipastikan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memastikan distribusi air bersih bagi ribuan keluarga yang terdampak.
(Red)
