JAKARTA — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Persoalan pendidikan menjadi salah satu isu utama yang dibawa dalam aksi tersebut. Mahasiswa mendorong pemerintah merealisasikan pendidikan gratis serta melakukan pembenahan terhadap kebijakan pendidikan nasional.
Aksi mahasiswa itu mendapat pengamanan dari ribuan personel gabungan. Sebanyak 3.983 personel dikerahkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.
Jumlah tersebut terdiri atas 3.219 anggota Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta 400 petugas pengamanan dalam (Pamdal).
Pengamanan dilakukan di sejumlah titik sekitar kompleks parlemen dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.
BEM SI Soroti Persoalan Pendidikan
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan arah kebijakan pendidikan di Indonesia.
Salah satu tuntutan yang menjadi perhatian adalah realisasi pendidikan gratis. Mahasiswa menilai akses pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius agar persoalan biaya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan.
Selain itu, BEM SI turut mendorong revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Mereka meminta proses penyusunan kebijakan pendidikan dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.
Persoalan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari tuntutan mahasiswa.
Tak hanya pendidikan dasar dan menengah, mahasiswa turut menyoroti keberlangsungan perguruan tinggi swasta dalam penerapan kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Aksi di kawasan DPR juga berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi.
Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengaturan tambahan. Pengendara yang melintas di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR, terutama Jalan Gatot Subroto, diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan.
Polda Metro Jaya menyatakan pengerahan personel dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara tertib.
Di sisi lain, masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi tetap diharapkan dapat menjalankan aktivitasnya tanpa terganggu.
Pendidikan Gratis Kembali Jadi Perdebatan
Tuntutan mahasiswa mengenai pendidikan gratis kembali membuka ruang perdebatan mengenai akses pendidikan dan kemampuan masyarakat dalam menanggung biaya pendidikan.
Isu tersebut memiliki dampak yang luas karena berkaitan dengan pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, hingga keluarga yang harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Karena itu, aksi BEM SI di depan DPR tidak hanya menjadi perhatian dari sisi mobilisasi massa. Tuntutan yang dibawa mahasiswa juga berpotensi memunculkan kembali diskusi publik mengenai sejauh mana negara harus menjamin akses pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
(Red)
