-->

Notification

×

Indeks Berita

Perhutani KPH Pasuruan Gelar Ground Breaking Penanaman Bersama 2025 di Hutan Produksi Plososari

30 Nov 2025 | November 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-30T04:12:42Z


Smashnews, Pasuruan — Perhutani KPH Pasuruan melalui BKPH Pasuruan menggelar Ground Breaking Penanaman Bersama 2025 pada 27 November di kawasan hutan produksi petak 44 RPH Plososari, wilayah administratif Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.


Kegiatan ini dihadiri oleh ADM/KKPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto, S.Hut, Asper/KBKPH Pasuruan Margono, Pj Danramil Lumbang bersama Babinsa, Kapolsek Lumbang beserta Kanit Intel, Kanit Reskrim dan Bhabinkamtibmas, Sekcam Lumbang yang mewakili Camat, Kepala Desa Karangjati, serta perwakilan kelompok masyarakat desa hutan (LMDH).


Dalam agenda tersebut dilakukan penanaman pohon Balsa dengan jarak tanam 6 x 3 meter. Pola jarak tanam ini dirancang untuk memberi ruang bagi masyarakat desa hutan memanfaatkan lahan bawah tegakan, terutama bagi budidaya polowijo seperti jagung, yang telah menjadi tradisi pertanian warga sejak puluhan tahun lalu.


ADM/KKPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto, S.Hut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengelolaan hutan berkelanjutan. “Ground breaking ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memastikan bahwa hutan produksi tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Perhutani berkomitmen menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan kesejahteraan warga,”ujarnya.


Asper/KBKPH Pasuruan Margono menambahkan bahwa pola agroforestri yang diterapkan telah lama menjadi praktik bersama antara Perhutani dan masyarakat. “Sejak tahun 1990-an, warga sudah memanfaatkan sela tegakan untuk polowijo. Pola tumpangsari ini terbukti menjaga ketahanan pangan masyarakat desa hutan,” katanya.


Model agroforestri tersebut sudah menjadi bagian dari sejarah pengelolaan hutan di Pasuruan. Jejaknya terlihat pada tanaman kayu putih tahun 1993 yang tumbuh berdampingan dengan jagung di sela-selanya sebuah bukti bahwa hutan dapat produktif sekaligus menopang ekonomi masyarakat.


Ground breaking tahun ini kembali menegaskan komitmen Perhutani dalam menjalankan pengelolaan hutan produksi yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat desa hutan.

(Daae)

×
Berita Terbaru Update