PASURUAN — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, belum berhasil dikendalikan sepenuhnya. Api yang semula muncul di wilayah Kabupaten Pasuruan kini merambah kawasan Kabupaten Malang, Mojokerto, hingga Kota Batu. Sementara itu, upaya pemadaman masih bertumpu pada tenaga petugas di darat.
Hingga perkembangan Rabu (21/10/2026), petugas gabungan terus berjibaku menghadapi kebakaran yang telah berlangsung sejak 15 Oktober. Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengungkapkan bahwa jumlah titik api terus berubah mengikuti kondisi di lapangan.
Dalam pemantauan yang disampaikan pada Selasa (20/10), sekitar 70 titik api masih terdeteksi. Angka tersebut menurun dari laporan sebelumnya yang mencatat lebih dari 100 titik, tetapi belum dapat dijadikan tanda bahwa kebakaran telah terkendali.
Lebih dari 100 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara manual. Mereka berasal dari unsur polisi hutan, Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, serta relawan. Petugas menggunakan peralatan sederhana dan membangun sekat bakar untuk menahan pergerakan api, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau.
Di tengah meluasnya kebakaran, bantuan pemadaman melalui udara atau water bombing belum dapat dikerahkan. Pihak Tahura bersama BPBD Jawa Timur masih mengupayakan dukungan helikopter melalui pemerintah pusat.
Dampak kebakaran juga dirasakan langsung oleh masyarakat di kaki Gunung Arjuno. Di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sekitar 2.900 kepala keluarga mengalami gangguan pasokan air bersih setelah jaringan pipa sepanjang kurang lebih 5,2 kilometer rusak akibat kebakaran.
Warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih sembari menunggu perbaikan jaringan.
Meluasnya titik api dan kerusakan fasilitas air bersih menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada hilangnya vegetasi hutan.
Keselamatan petugas, perlindungan kawasan lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kini menjadi persoalan yang harus ditangani secara bersamaan.
Hingga perkembangan terakhir yang dihimpun, luas keseluruhan lahan terdampak masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya mengendalikan kebakaran, sementara masyarakat menanti pemadaman menyeluruh serta pemulihan pasokan air bersih.
(Red)
