Smashnews, Kota Pasuruan - Kebersamaan lintas agama tampak kuat dalam kegiatan Penanaman Pohon Matoa dan Dialog Tokoh Lintas Agama yang digelar Kementerian Agama Kota Pasuruan bersama FKUB, GTI, serta Pemerintah Kota Pasuruan. Kegiatan ini mengangkat tema “Hijaukan Kotaku, Hijaukan Bumiku” sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 tahun 2026 yang diisi dengan dialog kerukunan dan penanaman pohon matoa sebagai simbol kepedulian terhadap bumi.
Camat Panggungrejo Hermanto S,E. M,M, menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan ini harus menjadi aksi nyata yang dilakukan secara kolektif oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan seluruh warga. Ia mengatakan, “Aksi penghijauan ini bukan hanya seremoni, tetapi langkah nyata untuk masa depan Kota Pasuruan. Kami di Kecamatan Panggungrejo sangat mendukung sinergi lintas agama seperti ini, karena lingkungan yang sehat adalah kebutuhan semua warga tanpa pengecualian,” ujarnya Kamis 20 November 2025.
Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa kebersamaan lintas agama bukan hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga memberi kekuatan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Nawawi menyatakan, “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Kota Pasuruan memiliki modal sosial yang kuat. Ketika tokoh lintas agama bersatu untuk menjaga lingkungan, ini menjadi contoh bahwa keberagaman justru memberi kekuatan. Pemerintah Kota sangat mendukung upaya penghijauan demi Kota Pasuruan yang lebih hijau dan lebih sehat.”
Ketua FKUB Kota Pasuruan Makmur juga menyampaikan pentingnya kerukunan dalam menjaga alam. Ia menegaskan bahwa seluruh ajaran agama mengajarkan manusia untuk menjaga ciptaan Tuhan. Makmur mengatakan, “Kerukunan bukan hanya tentang hubungan antarmanusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam. FKUB memandang kegiatan ini sebagai langkah mulia yang mencerminkan ajaran semua agama: menjaga ciptaan Tuhan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat luas.”
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi dorongan besar bagi terciptanya Kota Pasuruan yang lebih hijau, sejuk, dan berkelanjutan. Acara berlangsung penuh kebersamaan dan mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta kepedulian lingkungan di Kota Pasuruan.
(Daee)

