-->

Notification

×

Indeks Berita

Pimpinan Redaksi Cakra Nusantara Online Diduga Diancam Sajam, Muncul Kesaksian Warga Soal Intimidasi Tambang Ilegal

17 Feb 2026 | Februari 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-17T13:22:55Z

 

Smashnews Kabupaten Pasuruan — Dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap pimpinan redaksi media online kembali menjadi perhatian publik setelah insiden yang terjadi di wilayah Desa Sebalong turut memunculkan kesaksian warga terkait dugaan intimidasi seputar aktivitas tambang ilegal di daerah tersebut.


Peristiwa ini bermula ketika pimpinan redaksi media tersebut didatangi sejumlah oknum yang diduga keberatan terhadap pemberitaan yang beredar. Dalam kejadian itu, korban mengaku mendapatkan ancaman menggunakan senjata tajam hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setempat.


Perkembangan terbaru muncul setelah redaksi menerima pesan dari warga yang meminta persoalan tambang ilegal di wilayah tersebut turut diangkat ke publik karena dinilai telah menimbulkan tekanan sosial di tengah masyarakat.


Dalam pesan yang diterima redaksi melalui aplikasi perpesanan, warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan:


“Saya memohon dengan kerendahan hati, bantu viralkan tambang ilegal di Desa Sang Anom. Banyak intimidasi di sini. Kita ditindas.”


Pesan tersebut juga menyebut dugaan bahwa tekanan terhadap sejumlah pihak muncul setelah adanya pemberitaan mengenai aktivitas usaha tambang di wilayah tersebut.


Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya bersifat personal, namun berkaitan dengan dinamika pemberitaan dan aktivitas tambang di lapangan.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Nguling masih belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan maupun status hukum pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.


Sejumlah pegiat pers menilai kasus ini perlu ditangani secara transparan mengingat ancaman terhadap jurnalis dapat berdampak pada kebebasan pers dan keselamatan pekerja media di lapangan. Mereka juga meminta aparat bertindak tegas apabila ditemukan unsur intimidasi terhadap masyarakat yang menyampaikan keluhan publik.


Sementara itu, masyarakat berharap persoalan yang berkembang dapat segera diselesaikan secara adil sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut kembali kondusif.


Pihak redaksi menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini serta membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi menjaga keseimbangan informasi kepada publik.

(ich)
×
Berita Terbaru Update